Cara membangun komunikasi yang efektif dalam tim, terkait produk inovasi pembelajaran yang akan didiseminasikan kepada pimpinan birokrat dinas pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya

 






Foto-foto di atas adalah salah satu contoh kegiatan berkomunikasi efektif dengan para pemangku kebijakan seperti Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi serta pihak Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud.

Setelah mempelajari modul 14 tentang Komunikasi Efektif, saya menjadi memahami bagaimana seharusnya melakukan komunikasi efektif. Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.

Terdapat dua hal yang harus dipahami juga dalam komunikasi yatu content (isi) dan context (konteks). Isi pesan harus tersampaikan dengan jelas kepada lawan bicara sehingga mudah dipahami dan tidak menimbulkan pengertian yang bias. Konten komunikasi diupayakan sesuai dengan bahasa atau kelaziman yang berlaku di tempat komunikasi berlangsung. Sedangkan konteks berkaitan dengan waktu, tempat, suasana, dan cara menyampaikannya. Pesan yang baik dan berguna menjadi mubazir apabila disampaikan pada situasi yang tidak tepat. Demikian juga jika konteksnya sudah tepat, namun jika isi pesan tidak tersampaikan dengan jelas juga tidak banyak memberi manfaat.

Berkaitan dengan komunikasi yang efektif dalam tim, saya mencoba membuat saluran komunikasinya dulu karena saya satu-satunya SRB dari kabupaten Sijunjung, sehingga saya harus berkolaborasi dengan SRB lainnya seandainya akan menghadap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Kami akan membuat ruang diskusi menggunakan whatsapp kalau perlu kami akan melakukan vidcon agar lebih jelas komunikasinya membahas rencana diseminasi terkait produk inovasi pembelajaran yang telah kami lakukan.

Setelah komunikasi terbangun dengan baik dan semua anggota tim sudah memiliki pemahaman yang sama dengan rencana desiminasi produk di hadapan Kepala Dinas Pendidikan. Setelah kesepakatan dan kesepahaman terbentuk akan mudah bagi kami untuk mempresentasikan inovasi pembelajaran kami kepada pemangku kepentingan baik di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi.

Pada saat akan bertemua dengan pemangku kepentingan, kami akan menanyakan dulu kepada ajudan kalau mau bertemua pejabat tau menanyakan kepada sekretaris apakah kami bisa bertemu dengan Gubernur/walikota/Bupati . Jika harus membuat janji temu, kami akan mengisi buku tamu dan mencatat nomer yang bisa kami hubungi. Setelah mendapatkan hari/tanggal untuk bertemu, kami akan menghadap dengan membawa kertas kerja/rencana tindak lanjut /produk inovasi pembelajaran yang kami buat.

Kami akan datang lebih awal dari waktu yang telah disepakati ini untuk menunjukkan kedisiplinan waktu dan menghargai waktu yang disediakan oleh pemangku kepentingan kepada kami. Lebih baik kami menunggu daripada terlambat walaupun hanya 1 menit.

Pada saat sudah dipersilahkan masuk ke dalam ruangan, kami akan bersalaman dan memperkenalkan diri bahwa kami adalah Sahabat Rumah Belajar/Peserta PembaTIK Level 4 Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 dengan menunjukkan surat pengumuman kelulusan peserta pembaTIK dari Pusdatin Kemdikbud serta surat tugas dari kepala sekolah masing-masing.

Kami akan menyampaikan maksud kedatangan kami, bahwa kami akan melakukan sosialisasi terkait inovasi pembelajaran yang telah kami buat. Jika diminta untuk mempresentasikan dengan LCD projector, kami sudah menyiapkan slide presentasinya dari rumah. Semua anggota tim harus mampu menjelaskan dan memiliki persamaan persepsi tentang produk inovasi yang disampaikan.

Jika telah selesai melakukan presentasi dan memperoleh respon positif atau bahkan respon negative tetap harus mengucapakan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk memaparkan tentang produk inovasi yang telah dbuat dan berjanji akan melakukan revisi/perbaikan. Setelah itu ucapkan pula permohonan maaf kepada pemangku kepentingan jika ada hal-hal yang tidak sepatutnya .

Demikian kira-kira cara berkomunikasi efektif jika diberi kesempatan untuk bertemu langsung, tetapi jika harus mensosialisasikan melalui daring, tetap lakukan hal yang sama bedanya hanya saluran komunikasinya saja. Ketika kami akan melakukan webinar yang melibatkan guru-guru di lingkungan/daerah tertentu, misalnya saya yang bertugas di kabupaten Sijunjung, jika akan menyelenggarakan webinar dalam rangka sosialisasi inovasi pembelajaran khusus guru-guru SMK/SMA, maka saya akan melapor terlebih dahulu kepada kepala sekolah dan Kepala Cabang Dinas Wilayah V Muaro Sijunjung. Untuk lebih formalnya kegiatan webinar nantinya, saya akan meminta kepada Kacabdin untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut sehingga kegiatan saya memang beliau mengetahui dan dapat memberikan support bagi guru-guru lainnya.

Jika saya akan mengadakan webinar bagi guru-guru dari tingkat TK,SD, SMP, maka saya akan melapor dan meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sijunjung. Saya juga akan meminta Bapak Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sijunjung membuka acara webinar tersebut, sehingga belaiu juga dapat memantau sekaligus memberikan motivasi kepada para guru di wilayah kabupaten Sijunjung sesuai dengan kewenangan Kadis Pendidikan kabupaten Sijunjung.

Demikianlah refleksi tentang komunikasi efektif jika akan mendesiminasikan produk inovasi pembelajaran kepada pemangku kepentingan.

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.

IMPLEMENTASI KELAS MAYA SI CADIAK PANDAI DENGAN SOSIAL MEDIA DALAM PEMBELAJARAN DARING



Dunia tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya virus baru yang kita sebut dengan COVID 19, akibat virus COVID 19 semua sendi kehidupan berubah termasuk dunia pendidikan juga mengalami perubahan . Pembelajaran yang semula dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh menggunakan dukungan teknologi yang biasa kita kenal dengan pembelajaran jarak jauh/pembelajaran daring/online/belajar dari rumah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID 19, agar jangan sampai sekolah menjadi klaster penyebaran virus.

Beberapa perubahan dalam pembelajaran diantaranya :
a. Harus belajar jarak jauh, daring atau luring.
b. Belajar dengan perangkat teknologi
c. Mengerjakan tugas dan proyek online
d. Ujian secara online
e. Komunikasi dengan guru secara online
f. Kurikulum tidak sepenuhnya diajarkan
g. Belajar secara mandiri

Kegiatan non pembelajaran juga berubah :
a. Peminjaman buku perpustakaan berubah
b. Kegiatan praktik di lab tidak bisa dilaksanakan
c. Kegiatan ekstrakurikuler dihentikan
d. Lapangan olahraga dibatasi
e. Interaksi sesama teman harus daring
f. Kantin juga ditutup

Kegiatan di rumah meningkat :
a. Kegiatan pembelajaran sekitar 4-6 jam per hari
b. Mengerjakan tugas dan proyek di rumah
c. Tekanan psikologis anak yang harus menunda/membatalkan/merubah banyak kegiatan

Tantangan Pendidikan di Era New Normal :
a. Kompetensi TIK
b. Konten Digital
c. Model dan Inovasi
d. Akses dan sarpras

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif
a. Pola pembelajaran yang belum digunakan secara mapan
b. Menjadi alternatif pemecahan
c. Mendatangkan nilai tambah terhadap metode yang ada
d. Mendatangkan teknologi kekinian yang tepat bagi siswa

Peran guru dalam pembelajaran modern :
a. Kenali peserta didik kita
b. Pahami memodifikasi konten
c. Disain pembelajaran kontekstual

Dari paparan di atas maka kita sebagai pendidik harus menyiapkan pembelajaran jarak jauh yang menarik sehingga peserta didik tetap semangat untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Pada bulan Maret 2020 ketika awal pandemi, saya memang agak kalang kabut bagaimana melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan kondisi peserta didik saya berasal dari blank spot area, ekonomi keluarga yang pas-pasan serta motivasi belajar yang masih kurang. Secara topologi dan topografi wilayah kabupaten Sijunjung terdiri atas perbukitan, lembah dan perkebunan. Masih banyak daerah blank spot area  dan peserta didik kami sebagian besar memang berasal dari daerah-daerah tersebut. Mereka bersekolah ke SMK Negeri 1 Sijunjung tinggal indekost di sekitar sekolah. Tujuan mereka sekolah ke SMK tidak lain karena ingin langsung bekerja setelah tamat mengingat kemampuan ekonomi orang tua yang pas-pasan. Pada saat pandemi berlangsung, mereka pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Pembelajaran tatap muka secara normal saja banyak peserta didik saya yang terlambat, tidur di kelas dan berbagai masalah lain dalam pembelajaran. Apalagi pembelajaran jarak jauh? apa yang akan terjadi dengan mereka? apakah peserta didik akan merasa bebas karena tanpa pantauan langsung dari guru? Apakah peserta didik saya akan lupa statusnya sebagai pelajar jika tidak belajar tatap muka? Apakah mereka akan diminta orang tuanya membantu mencari nafkah dan melupakan belajar? Berbagai pertanyaan muncul dalam benak saya ketika harus memulai pembelajaran jarak jauh ini.

Masa pandemi membuat saya harus belajar, belajar tentang model-model pembelajaran, belajar tentang platform atau learning management system yang bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran daring. Pada awal pandemi di bulan Maret, saya menggunakan aplikasi Whatsapp grup kelas untuk melaksanakan pembelajaran daring. Ada interaksi peserta didik dan guru di chat, namun banyak pula yang tidak aktif karena mereka berada di blank spot area dan keterbatasan kuota internet. Namun ada kelemahan melaksanakan diskusi di Whatsapp grup karena banyak informasi yang akhirnya tertumpuk dengan chat baru, kadang tanpa sengaja terhapus, bagi yang tertinggal mengikuti diskusi tidak literat dan bertanya lagi sehingga terjadi kekacauan. Belum lagi saat peserta didik mengirim tugas melalui Whatsapp juga, membuat handphone saya menjadi hang dan agak kesulitan mengoreksi tugas yang bertumpuk dengan chat.

Saya mencoba mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring menjelang tahun ajaran baru, siswa yang berada di daerah blank spot area dan keterbatasan kuota internet,  saya berikan tugas untuk diambil ke sekolah setiap minggunya . Satu minggu berikutnya dikembalikan lagi ke sekolah. Memasuki tahun ajaran baru saya mengenal portal Rumah Belajar karena saya mengikuti program PembaTIK Level 4. Saya mencoba mengenali fitur-fitur Portal Rumah Belajar dari fitur utama sampai fitur pendukung. Ada satu fitur yang paling cocok saya gunakan dalam pembelajaran daring yaitu fitur kelas maya. Kelas maya dapat saya gunakan dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran saya yaitu Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan. Sebagai guru SMK saya memang mengampu mata pelajaran kelompok C3 yaitu OTK Humas dan Keprotokolan dengan durasi 6 JP per minggunya. 

Dalam perjalanan pembelajaran daring, ternyata ada pengembangan kelas maya pada portal Rumah Belajar yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang kita kenal dengan kelas maya Si Cadiak Pandai. Portal kelas maya Si Cadiak Pandai adalah portal kelas maya yang terintegrasi dengan kelas maya dari Portal Rumah Belajar milik Pusdatin Kemdikbud. Saya mencoba mempelajari dan menggunakannya yang saya integrasikan dengan sosial media menggunakan metode pembelajaran Project based learning.

Mungkin muncul pertanyaan seperti apa kira-kira integrasi kelas maya, sosial media dan metode pembelajaran project based learning ? Saya akan mencoba memaparkannya dalam blog ini. Setelah saya mengevaluasi model pembelajaran daring yang telah saya lakukan, kemudian saya menemukan platform baru yaitu kelas maya Si Cadiak Pandai, saya mencoba membuat akun dan membuat kelas untuk mata pelajaran saya. Perlu saya menyampaikan jika mata pelajaran saya ini adalah mata pelajaran kejuruan pada kompetensi keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dimana lebih menitikberatkan peningkatan kompetensi peserta didik sebagai bekal mereka terjun ke dunia kerja/dunia industri setelah tamat nanti. Artinya pembelajaran yang harus saya laksanakan tidak sekedar membahas teori dan konsep tetapi penguasaan keterampilan/kompetensi peserta didik.

Bagaimana saya menilai peningkatan kompetensi peserta didik selama pembelajaran daring? Inilah yang sering dikeluhkan para pendidik terutama guru SMK mapel kejuruan. Jika guru eksakta jelas dapat langsung memanfaatkan portal Rumah Belajar seperti fitur lab maya dan sumber belajar yang sudah disediakan oleh Rumah Belajar. Bagaimana dengan kami guru SMK kejuruan? konten pembelajaran bagi siswa SMK pada mapel kejuruan belum tersedia. Apakah saya harus menunggu dan berputus asa? Tentunya tidak. Sebenarnya kita dapat menambahkan konten pembelajaran pada fitur Sumber Belajar tetapi harus menunggu persetujuan dari pengkaji konten terlebih dahulu dan ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Beranjak dari kondisi itulah saya mencoba mengintegrasikan kelas maya Si Cadiak Pandai dengan sosial media. Mengapa saya memilih kelas maya Si Cadiak Pandai? karena platform ini merupakan produk dalam negeri dan terintegrasi dengan portal Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud.

Secara teknis dapat saya paparkan sebagai berikut :
a. Platform/LMS yang saya gunakan : kelas maya Si Cadiak Pandai dengan membuat 2 kelas XII OTKP 1 dan XII OTKP 2.
b. Konten pembelajaran saya produksi sendiri dengan membuat video pembelajaran yang saya upload menggunakan sosial media youtube. Tautan/link video pembelajaran saya tautkan ke dalam kelas maya yang dapat diakses siswa dalam pembelajaran daring.
Apa alasan saya menggunakan sosial media youtube? sebagaimana kita ketahui sosial media youtube ini sangat digemari oleh peserta didik kita, mereka bisa berjam-jam menghabiskan waktu menonton tayangan di youtube. Tidak hanya peserta didik, hampir semua orang begitu menggandrungi sosial media yang satu ini. Semua kalangan berlomba-lomba untuk membuat akun youtube, karena selain dapat berbagi, menunjukkan eksistensi diri, meninggalkan jejak digital dan yang menggiurkan adalah adanya benefit/passive income pada saat akun kita sudah dimonetisasi oleh youtube.
Saya sudah membuktikan sendiri bahwa video pembelajaran saya sudah ditonton oleh peserta didik karena memang link baru saya bagikan untuk peserta didik. Dengan adanya video yang saya upload di youtube, peserta didik dapat mendownloadnya untuk diputar berulang-ulang. Peserta didik juga akan termotivasi membuat konten positif melalui akun sosialnya. Jadi dapat saya menyatakan bahwa sumber belajar yang saya upload di youtube cukup berhasil.
c. Tugas dari setiap KD saya upload melalui kelas maya Si Cadiak Pandai, selain tugas berupa pemahaman konsep, saya juga memberikan tugas membuat sebuah project kepada peserta didik. 
d. Saya menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut :

1. Pengenalan masalah/pertanyaan
Pada Menerapkan kegiatan pembawa acara, saya akan memberikan pertanyaan apa yang terjadi jika suatu acara tidak ada seorang pembawa acara? Peserta didikpun akan memberikan tanggapan yang beragam.
2. Mendisain perencanaan product
Setelah siswa memahami pentingnya seorang pembawa acara dalam kegiatan dan setelah mempelajari materi pembelajaran dari video pembelajaran yang saya berikan, selanjutnya peserta didik akan mendisain product yaitu pembuatan video menjadi pembawa acara tentunya dengan menerapkan teori-teori yang sudah mereka pelajari.
3. Penyusunan jadwal project
Mengingat pembelajaran dilaksanakan secara daring, peserta didik berada di rumahnya masing-masing tanpa pantauan langsung dari guru dan interaksi langsung dengan teman, mereka harus mampu menyusun jadwal untuk menyelesaikan project mereka sendiri.
4. Pelaksanaan dan monitoring project
Peserta didik harus menerapkan karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kerja keras juga kerja sama dengan orang lain dalam keluarganya untuk membantu merekam saat mereka membuat video dan peserta didik sendiri yang harus melaksanakan dan memonitoring project mereka sendiri (pendidikan karakter). Sebagai fasilitator, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan saran terkait penyelesaian project .
5. Menguji hasil presentasi/hasil product
Peserta didik dapat meminta saran dari anggota keluarganya atau teman secara daring tentang hasil video mereka. Setelah video diupload di media sosial dengan memberikan hastag kepada saya, selanjutnya saya akan melakukan penilaian terhadap project peserta didik.
6. Evaluasi dan refleksi
Hasil penilaian yang saya lakukan akan saya sampaikan kepada masing-masing peserta didik dan bersama-sama membuat refleksi pembelajaran dengan metode project based learning. Saya akan memberikan komentar di akun sosial medial peserta didik saya dengan kalimat-kalimat postitif yang memotivasi seperti luar biasa, hebat, keren, goodjob...excellent..great dan lain sebagainya.

Peserta didik akan membuat project diantaranya :

1. Membuat video menjadi pembawa acara dimana peserta didik tampil sebagai pembawa acara dan hasilnya mereka share di sosial media pribadi siswa baik instagram, youtube maupun facebook. Apa tujuan saya membuat aturan demikian? kenapa tidak dikirim ke google driva saja? 
Alasan saya meminta peserta didik mengunggahnya di media sosial adalah :
a) Melatih mereka untuk tidak gaptek
b) Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dengan  berani tampil di depan publik
c) Guru dapat memberikan respon positif menggunakan kalimat-kalimat positif yang akan membuat peserta didik merasa karyanya dihargai (kebutuhan aktualisasi diri).
d) Guru dapat memeriksa tanpa khawatir memory HP penuh.
e) Video peserta didik dapat dibantu share untuk memotivasi peserta didik lainnya.
f) Peserta didik akan menjaga etika dalam bersosial media karena berteman dengan gurunya (pendidikan karakter)

2. Mengadakan rapat virtual dengan kelompok/kolaborasi yang mereka bentuk.
Mengadakan rapat virtual berarti peserta didik telah mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian. Peserta didik harus menerapkan keterampilan abad 21 yaitu berkolaborasi dengan kelompoknya. Berkolaborasi akan membangun karakter seperti bekerja sama, tenggang rasa, saling menghormati, tanggung jawab, disiplin dan lain sebagainya. Aplikasi yang dipergunakan pada rapat virtual tergantung kesepakatan dan kemampuan kelompok masing-masing. Apakah menggunakan zoom, webex, google meet atau aplikasi lainnya.
Dengan demikian saya berharap pembelajaran daring yang saya lakukan mampu meningkatkan penguasaan teori, praktik dan pembentukan karakter meskipun peserta didik belajar dari rumah atau belajar jarak jauh. Saya berharap semoga apa yang sudah saya lakukan dapat meningkatkan skill/kompetensi peserta didik di masa pandemi ini.










Walaupun pembelajaran saya lakukan dari jarak jauh, saya tetap dapat meningkatkan kompetensi/skill peserta didik dari rekaman video yang mereka unggah dari akun sosial media peserta didik masing-masing. Bagaimana peserta didik yang berada di blank spot area? mereka akan memanfaatkan kesempatan saat datang ke sekolah mengambil tugas luring di sekolah sekalian membuat tugas yang saya berikan melalui kelas maya tersebut. Anehnya peserta didik berlomba-lomba untuk tampil di depan publik dengan membuat tugasnya. Jadi kesempulannya dengan mengkombinasikan/mengintegrasikan kelas maya Si Cadiak Pandai dengan sosial media mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran daring.

Semoga inovasi sederhana saya ini dapat memberikan manfaat bagi pihak lain terutama pendidik yang memiliki masalah sama dengan yang saya alami. Terima kasih untuk pembaca yang telah sudi menyempatkan diri membaca tulisan saya ini.


Portofolio tugas peserta didik dengan topik menjadi Pembawa acara

16. Afzah
17. Yasmin
18. Meidira
23. Bembi
24. Naldi

Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya ...Maju Indonesia...
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
@Nursyamsi @robysetiapramana @HabibullahRahmad




PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR UNTUK PEMBELAJARAN DARI RUMAH


Ikuti dan Jangan Lewatkan, 

Kegiatan Webinar bersama Duta Rumah Belajar dan  Sahabat Rumah Belajar dari 4 Propinsi.

Topic: Penerapan model pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan Rumah Belajar

Time: Oct 17, 2020 02:00 PM Bangkok

Join Zoom Meeting

https://zoom.us/j/95202742732?pwd=N0VLcW5mUm1nZWNJUVNBbzJUdk51Zz09

Meeting ID: 952 0274 2732

Passcode: 488190

Webinar dengan topik Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dengan Pemanfaatan Rumah Belajar untuk Pembelajaran dari Rumah telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2020 pada pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini merupakan sharing kolaborasi DRB dan SRB Nusantara. Publikasi kegiatan kami lakukan melalui sosial media baik Facebook, Instagram maupun Whatsapp grup kolaborasi Nusantara.

Publikasi kegiatan dapat dicek dari tautan berikut :

Publikasi Facebook

Publikasi Facebook

Publikasi Instagram

Publikasi Instagram

Adapun DRB yang mensupport webinar ini adalah :

1. RUFINA SEKUNDA,S.Pd DRB Kalbar Tahun 2018.

2. SUNARMI,S.PdI DRB Sulteng Tahun 2018.

3. DENI RANOPTRI DRB Terbaik Tahun 2018.

Sedangkan SRB yang tampil pada webinar ini adalah :

1. ADDURORUL MUNTATSIROH,S.Pd SRB Sumbar Tahun 2020.

2. SUNILSUN,S.Pd,Gr SRB Kalbar Tahun 2020.

3. I KOMANG WIRATNO,S.Pd SRB Sulawesi Tengah Tahun 2020.

4. DWI KURNIA,S.Pd SRB Daerah Istimewa Jogjakarta Tahun 2020.

5. THERESIA S,S.Pd SRB Sulteng Tahun 2020.

6. SUDAR RIYADI P,S.Pd SRB Kalbar Tahun 2020.

Kegiatan ini bermula dari whatsapp grup kolaborasi Nusantara dimana semua SRB dari provinsi bergabung dan membuat grup-grup kecil untuk berkolaborasi. Salah satunya adalah grup kecil yang tampil hari ini. Perkenalan melalui sosial media ini menghasilkan satu kesepakatan untuk mengadakan webinar dengan topik Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dengan Pemanfaatan Rumah Belajar untuk Pembelajaran dari Rumah. Berkolaborasi adalah keterampilan abad 21 yang harus dimiliki guru maupun peserta didik karena dengan kolaborasi akan menumbuhkan karakter positif seperti bekerja sama, saling menghargai, membagi tugas dalam tim, bertanggung jawab, bekerja keras, komunikasi dan sikap-sikap positif lainnya. Tidak mudah membuat suatu kolaborasi, apalagi dengan orang-orang yang baru kita kenal, kita harus mencocokkan schedule yang berbeda-beda agar kolaborasi dapat terlaksana dengan baik, karakter yang berbeda serta kepentingan yang berbeda pula. Namun semuanya itu dapat terlaksana dengan satu tujuan untuk saling berbagi inovasi pembelajaran dengan rekan-rekan guru lainnya di seantero Indonesia.

Alhamdulillah meski belum saling kenal sebelumnya, kolaborasi ini cukup berhasil, semua DRB dan SRB yang hadir mendapat kesempatan untuk tampil . Semua DRB memberikan motivasi dan support untuk tetap bersemangat dalam berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi meski nanti tidak terpilih menjadi Duta Rumah Belajar.

Ringkasan jalannya webinar dapat saya sampaikan sebagai berikut :

Webinar dibuka oleh SRB Sunilsun dari Kalbar, setelah menyapa participant, Ibu Sunil mempersilahkan DRB Rufina Sekunda DRB Kalbar tahun 2018 untuk memberikan motivasi kepada semua SRB yang hadir pada webinar. Pesan dari Ibu Rufina adalah agar semua SRB tetap bersemangat menyelesaikan tugas PembaTIK level 4 ini. Setelah Ibu Rufina tampil dilanjutkan dengan motivasi dari DRB Emi Sumarni yang merupakan DRB dari Sulteng tahun 2018. Sama dengan apa yang disampaikna DRB Rufina, DRB Emi juga memberikan motivasi kepada semua SRB bahwa peserta PembaTIK level 4 pada hakekatnya adalah juara dan mengingatkan untuk terus berinovasi dan berbagi.

Tibalah giliran DRB Deni Ranoptri yang merupakan DRB Terbaik pada tahun 2018, DRB Deni menyampaikan bahwa program PembaTIK ini adalah lomba yang berbeda dengan lomba lainnya karena kalau lomba lainnya begitu selesai penobatan sang juara maka selesai pula kegiatannya. Sedangkan untuk program PembaTIK, siapapun yang menjadi juara, tidak akan berhenti sampai penobatan juara selesai tetapi harus terus berinovasi dan berbagi inovasi pembelajaran kepada rekan-rekan sejawat lainnya. DRB Deni mengingatkan bahwa semua SRB harus siap menang dan juga siap kalah. Jikalau dapat meminta agar semua SRB dari masing-masing provinsi ini dinobatkan jadi Duta Rumah Belajar tentunya akan lebih baik, namun sayangnya untuk menjadi DRB harus dipilih 1 dari 30 orang masing-masing provinsinya. Menjadi DRB adalah memang takdir yang Allah sudah tetapkan untuk hambanya. DRB Deni juga berpesan walaupun tidak menjadi DRB tetapi semangat berbagi jangan sampai berhenti. DRB Deni juga menyampaikan agar SRB membuat inovasi pembelajaran seperti "Integrasi kelas maya dan sumber belajar dengan metode flipped classroom pada pembelajaran jarak jauh" itu contoh inovasi yang dapat dilakukan oleh para SRB.

Setelah pemberian motivasi dari ketiga DRB yang sungguh luar biasa menyejukkan dan menginspirasi, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh SRB yang menjadi nara sumber webinar sore itu. Presentasi pertama oleh SRB Sunilsun, beliau memaparkan strategi pembelajaran daring di daerah 3 T dengan memanfaatkan generator untuk menghidupkan listrik. Presentasi kedua dari saya sendiri SRB Addurorul, saya mempresentasikan tentang integrasi sumber belajar dengan kelas maya Si Cadiak Pandai. Si Cadiak Pandai merupakan kelas maya milik provinsi Sumatera Barat yang terintegrasi ke dalam kelas maya Rumah Belajar. Selama masa pandemi ini, guru harus melaksanakan pembelajaran daring, sebagai pendidik yang belum terbiasa memproduksi konten video pembelajaran seperti youtuber, seringkali pendidik merasa terbebani dengan konten video pembelajaran yang harus diberikan kepada siswanya, untuk itu saya menyarankan agar menggunakan sumber belajar yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan mata pelajarannya. Hal ini sangat membantu kita dalam memberikan materi pembelajaran selama masa pandemi ini.

Pemateri selanjutnya adalah SRB Komang yang menjelaskan tentang metode pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) yaitu model pembelajaran mandiri dengan memanfaatkan internet dengan perangkat pintar yang dimiliki. Pemaparan materi selanjutnya oleh SRB Dwi Kurnia yang menjelaskan tentang metode flipped classroom dalam pembelajaran daring. Dilanjutkan paparan dari SRB Theresia tentang worksheet online yaitu suatu aplikasi untuk memeriksa hasil tugas atau ulangan siswa dengan cara memoto atau menscan kertas hasil tugas/ulangan siswa, tentunya ini sangat memudahkan bagi guru dalam memeriksa tugas maupun ulangan siswa apalagi kalau mengajar di banyak kelas. Nara sumber yang terakhir yaitu SRB Sudar yang memaparkan pengalaman beliau menggunakansuara edukasi dalam pembelajarannya.

Luar biasa sekali webinar kali ini karena menghadirkan 3 DRB dengan 6 SRB sebagai nara sumber, meskipun jumlah participant tidak terlalu banyak karena jadwalnya berbarengan dengan kegiatan webinar lain tetapi kami mendapatkan motivasi dan pencerahan dari para DRB yang memaparkan pengalaman, perjuangan dan inovasinya sehingga bisa terpilih menjadi DRB hingga bagaimana mereka tetap eksis dan konsisten menggunakan portal Rumah Belajar sampai detik ini.

Terima kasih kepada para DRB dan SRB yang telah berkolaborasi memberikan sharing dan berbagi kepada rekan-rekan pendidik lainnya se Indonesia.

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.









PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH TAHUN 2020

Sekolah sebagai suatu ekosistem membutuhkan kepemimpinan Kepala Sekolah yang tangguh. Kepala Sekolah pada dasarnya adalah seorang manajer, s...