MENCOBA APLIKASI ANIMAKER

Kali ini saya mencoba aplikasi baru yaitu membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi Animaker. Aplikasi Animaker dapat diakses melalui Animaker.com. Ada banyak fitur menarik yang dapat dipilih untuk membuat sumber belajar terutama dalam pembelajaran di masa pandemi ini.

Penasaran bagaimana cara kerja aplikasi Animaker? langsung saja kunjungi alamatnya di Animaker.com.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Ketikkan alamat di browser yang kita pakai yaitu Animaker.com

2. Daftar menggunakan akun google kita

3. Login menggunakan akun yang kita gunakan untuk mendaftar


4. Pilih Explainer

5. Pilih template yang kita inginkan


6. Isi template dengan materi pelajaran kita

Kita bisa mengganti font huruf, ukuran, warna, animasi transisi dan sebagainya

7. Setelah selesai mengisi materi pembelajaran, kita dapat melihat/preview tampilan hasil kerja kita

8. Proses menyisip audio



9. Kita dapat menambahkan musik, rekaman suara, video, gambar yang sesuai dengan video pembelajaran yang akan kita buat.

10. Kita juga dapat mempublish video ke berbagai aplikasi lain seperti youtube, intagram, facebook, dan lain sebagainya.

Selamat mencoba semoga sukses....

Beberapa video yang dibuat dengan aplikasi Animaker

Perjalanan Dinas

Perjalanan Dinas

Evaluasi Humas dan Keprotokolan

Penyimpanan Dokumen

Ruang Lingkup Keprotokolan


TEMU HANGAT SAHABAT RUMAH BELAJAR SUMATERA BARAT (TEH TALUA) SERI I




Temu Hangat Sahabat Rumah Belajar Sumatera Barat (Teh Talua) seri 1 telah dilaksanakan pada hari Kamis, 5 November 2020. Acara ini dimulai dari pukul 13.30 dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Acara Teh Talua merupakan acara SRB Sumbar Berbagi yang ide awalnya berasal dari mentor PembaTIK Level 4 yaitu Bapak AMAR NUGRAHA dari Pusdatin. Beliau sangat bersemangat memberikan nama Teh Talua tempat untuk berbagi para SRB Sumbar, bahkan logo Teh Taluapun didesain sendiri oleh Bapak Amar Nugraha. Untuk itu atas nama SRB Sumatera Barat, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Amar Nugraha yang sangat memperhatikan kami.

Ide membuat Teh Talua sebenarnya sudah lama ingin kami realisasikan, tapi mengingat kesibukan para SRB menjelang deadline pengumpulan tugas akhir PembaTIK Level 4 yang berakhir pada tanggal 21 Oktober 2020 sehingga kami memutuskan untuk melaksanakan acara setelah tugas PembaTIK Level 4 selesai. Alhamdulillah akhirnya hari ini kami telah merealisasikan kegiatan tersebut. Ada rasa bahagia ketika kerja tim ini terlaksana dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

Sebelum melaksanakan acara Teh Talua, SRB yang bertugas membuat grup kecil di whatsapp untuk berkoordinasi dan merancang susunan acara dan pembagian tugas masing-masing personil. Adapun pembagian tugasnya sebagai berikut:

1. Pembuatan flyer    : Ismet

2. Link zoom            : Berry Devanda

3. Live streaming     : Rudi Hartono

4. Host                     : Lilis Suryani

5. Moderator           : Addurorul Muntatsiroh, Novi Melinda Anggraini

6. Pembaca doa      : Juli Armizen

7. Nara sumber      : Asy Syaukani dan Berry Devanda

8. Publikasi           : Seluruh DRB

9. Humas               : Berry Devanda, Ismet, Asy Syaukani, Addurorul Muntatsiroh

Susunan Acara Teh Talua dimulai dengan pembukaan oleh Host, menyanyikan lagu kebangsaan, Doa, Sambutan dari DRB 2018 Ibu Nursyamsi, sambutan dari Bapak Ali Akbar selaku Ketua UPTD Baltekkomdik Sumbar, sambutan dari Bapak Harizal (Pusdatin). Setelah itu Host menyerahkan kendali acara kepada kedua moderator.

Dalam sambutannya DRB Nursyamsi menyampaikan rasa bangganya karena para SRB Sumbar terus berbagi meski tugas PembaTIK Level 4 telah selesai. Sedangkan Bapak Ali Akbar menyampaikan filosofi tentang Teh Talua yang memberikan semangat kepada semua orang, merupakan hasil proses belajar dan mendapatkan hasil dari proses tersebut. Bapak Harizal menyampaikan bahwa Teh Talua itu mengandung unsur keterpaduan antar berbagai komponen, Bapak harizal mengingatkan agar mengisi Blog dengan konten-konten yang bermanfaat. Untuk itu dibutuhkan kreativitas dan ketekunan serja kerja keras.

Moderator pertama yaitu saya sendiri, saya membacakan pantun, mengucap salam, menyapa para audiens, membacakan profile nara sumber lalu mempersilahkan nara sumber mempresentasikan materi dengan topik Penyusunan Blog yang menarik.

Nara sumber pertama yaitu Bapak Berry Devanda, beliau memaparkan tentang tips dan trik menyusun Blog yang menarik. Adapun ringkasan singkat materi tips dan trik penyusunan Blog dapat saya rangkum sebagai berikut:

1. Alasan mengapa Ngeblog :

    a. Berlatih menulis

    b. Menulis : muara membaca

    c. Berbagi pengalaman

    d. Berbagi praktik baik

    e. Image building

    f. Menambah pemasukan

2. Tips blogger pemula :

    a. Tulis sesuai bidang dan tema yang disukai

    b. Baca tulisan orang lain dan pelajari

    c. Coba menulis sesuai/berdasarkan kebutuhan pembaca.

    d. Judul yang menarik

3. Tips menulis artikel :

    a. Jangan terfokus pada 1 paragraf

    b. Jika tersendat pindah ke paragraf lain

    c. Tulis paragraf pertama setelah tulisan selesai

    d. Tulis judul di akhir proses menulis

    e. Lakukan aktivitas lain yang mampu membuat kamu happy setelah itu kembali menulis.

Setelah Bapak Berry Devanda selesai melakukan paparan materi, saya mempersilahkan kepada audiens yang ingin mengajukan pertanyaan agar menuliskannya di kolom chat dan akan dijawab setelah pemapatan nara sumber kedua.

Saya memberikan kesempatan kepada SRB Novi Melinda Anggraini untuk memandu acara selanjutnya. SRB Novi melanjutkan acara dengan pantun dan membacakan profile nara sumber kedua yaitu Asy Syaukani dengan topik Penyusunan Vlog yang menarik.

Ringkasan materi dari nara sumber kedua yaitu :

Ada 3 macam vlog yaitu talking head, how to dan reality. 

Narasumber kedua menayangkan contoh-contoh vlog yang telah dibuatnya dengan editing yang menarik.

Ada beberapa pertanyaan tentang blog dan vlog yang disampaikan peserta. Mengingat keterbatasan waktu, pertanyaan yang dijawab oleh nara sumber hanya 2 dan sisanya akan dijawab melalui akun sosial media nara sumber.

Beberapa pertanyaan yang saya rangkum diantaranya sebagai berikut:

1.  From Ir. Asmudelfa to Everyone:  03:23 PM : karya apa bisa berupa cara pengolahan hasil peternakan, contohnya resep masakan ?

2.  From Yose dwiyana to Everyone:  03:28 PM : untuk mapel bahasa inggris bagusnya karya tulis nya dalam bahasa apa pak?

3.  From Rosmalita Sastri to Everyone:  03:28 PM : menurut pengalaman Bapak Berry,  seberapa membantu blog ini digunakan orang  sebagai media untuk di gunakan  mendapatkan  penbelajaran?

4.  From JAMBI-SUHARDY AMIR to Everyone:  03:29 PM : Bismillah...Jambi - Suhardy Saya baru memulai untuk blogging di https://www.merdekabelajar.me.Bagaimana strategi bapak untuk menaikkan jumlah pengunjung di blog kita,terlebih jika blog kita masih blog yang baru menetas dan belum sama sekali terindex di google?

5.  From irawati basindo to Everyone:  03:39 PM : apa kiat agar eksis nulis di blog.  ada blog tp mati suri.

6.  From Triyendrawati to Everyone:  03:42 PM : apakah yg kita tulis di blog ini karaya ilmiah atau kalau kita seorang guru bisa berupa bahan ajar bpk berry ?

7. From Leviyani_BKMTSN Depok to Everyone:  03:55 PM : Pertanyaan untuk Pak Berry, Klau untuk lomba blog, apa yang menjadi kriteria penulisan??

Setelah kedua nara sumber memaparkan materinya dan menjawab pertanyaan peserta, kami meminta closing statement dari narasumber. Menurut Bapak Berry Devanda untuk membuat Blog yang cantik dan menarik itu mudah karena tersedia template yang dapat didownload tetapi mengisi blog dengan konten-konten menarik dan bermanfaat jauh lebih penting. Sedangkan closing statement menurut Bapak Asy Syaukani adalah agar kita dapat menggunakan peralatan sederhana untuk menghasilkan vlog yang menarik. Kami menginformasikan kepada peserta webinar untuk mengikuti chalengge yaitu membuat Blog dan linknya dikirim ke SRB Ismet sedangkan untuk Blog peserta dapat membuat vlog yang menarik , untuk vlod agar ditambahkan hastag #teh talua.

Akhirnya kami berdua sebagai moderator memberikan kesimpulan, membacakan pantun dan mengembalikan acara kepada Host.

Host lalu menutup acara dengan pantun dan mengucapakan terima kasih kepada semua pihak sema pihak yang telah mensukseskan acara Teh Talua seri 1. Kami berharap acara Teh Talua berikutnya akan lebih sukses dan menginspirasi kita semua.

Publikasi kegiatan:

Publikasi Instagram

Publikasi Facebook

Dokumentasi Kegiatan


















Liputan kegiatan dapat dilihat pada Youtube streaming

KIHAJAR TIK TALKS KALTENG

Tiada hari tanpa belajar....begitulah motto hidupku terutama sejak masa pandemi . Setiap hari saya manfaatkan untuk belajar melalui webinar-webinar yang diselenggarakan oleh berbagai instansi/lembaga. Hari ini Rabu, 4 November 2020, saya mengikuti kegiatan Kihajar TIK Talks Kalteng. Saya mendaftar terlebih dulu melalui akun SimpaTIK untuk mendapatkan link zoom meeting .

Kihajar TIK Talks Kalteng hadir dengan tema “Mambangun SDM Kalteng Unggul tuntang Berkah”, dan menghadirkan: 

1)  Habib Ismail bin Yahya (Wakil Gubernur sekaligus Plt. Gubernur Kalimantan Tengah)*

2) Dr. Ir. Mofit Saptono, M.P. (Plt. Ka. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah)

3) M. Hasan Chabibie, S.T. M.Si. (Plt. Ka. Pusdatin Kemdikbud)

4) Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si. (Rektor Universitas Palangkaraya)

5) Soemarno (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Utama, Pusdatin Kemendikbud)

6) M. Ainur Rony (CEO+Founder Ngampooz, Praktisi dan Pemerhati Pendidikan)

7) Aryadi Gunawan, S.T (Balai Tekkom Kalimantan Tengah)

8) Burhannudin, S.Pd (Duta Rumah Belajar 2018)

Dengan moderator:

Hanna Kali Wahyumi, S.Pd. (Duta Rumah Belajar 2019)

Seminar akan dilaksanakan secara daring pada:

Rabu, 4 November 2020

Pukul 09.00 WIB

Meeting Link: https://us02web.zoom.us/j/82301826454

Meeting ID: 823 0182 6454

Passcode: kihajar

Ruang seminar hanya berkapasitas 1.000 orang. 

Bagi yang tidak bisa masuk karena kapasitas ruang seminar sudah penuh, dapat mengikuti seminar melalui YouTube Televisi Edukasi pada alamat: http://ringkas.kemdikbud.go.id/TelevisiEdukasi

Manfaat yang saya peroleh dari kegiatan hari ini adalah :

Keberhasilan PJJ bukan semata -mata pada teknologi  digital yang bermunculan  sebagai alat kerja, melainkan  juga seluruh seluruh ekosistem pendidikan  yang mengacu rumah, sekolah  dan masyarakat .











MENGINTIP SISTEM AKREDITASI SEKOLAH TAHUN 2020

 

Terakhir kali sekolah saya diakreditasi pada tahun 2018, saat itu masih ada 1 kompetensi keahlian yaitu Tata Boga yang belum diakreditasi karena baru dibuka. Tahun 2020 dibuka lagi 1 kompetensi keahlian baru yaitu Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, berarti ada 2 kompetensi keahlian yang belum diakreditasi ditambah 6 kompetensi keahlian yang harus diakreditasi ulang.

Sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum, saya selalu mencari informasi terbaru seputar akreditasi dengan instrumen terbaru tentunya untuk dipelajari dan mempersiapkan dokumen-dokumen terkait dari sekarang.

Sistem Akreditasi tahun 2020 berbeda dengan sistem akreditasi tahun-tahun sebelumnya. Akreditasi tahun 2020 ini lebih menekankan pada kinerja (performance), disamping pemenuhan administrasi (compliance). Akreditasi tahun-tahun sebelumnya terkesan lebih menekankan pada pemenuhan administrasi.

Pengembangan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 (IASP-2020) menggunakan asumsi bahwa Penilaian performance based (principles based) lebih memiliki korelasi positif terhadap peningkatan mutu satuan pendidikan dibanding penilaian compliance based (rule based).

Pelaksanaan akreditasi tahun 2020 dapat dilihat dari 2 hal yang dinilai yaitu:

(1). Pemenuhan administrasi (compliance) terdiri dari indikator Compliance mutlak (ICM) dan indikator compliance relatif (ICR) = 15%

(2). Penilaian kinerja (performance) = 85% didasarkan pada empat komponen yaitu:

(a). Mutu lulusan (30%)

(2). Proses pembelajaran (25%)

(3). Mutu guru (15%)

(4). Manajemen sekolah/madrasah (15%)

Syarat sebuah sekolah/madrasah (S/M) dapat diakreditasi, indikator compliance mutlak (ICM) harus terpenuhi semuanya. Penilaian keterpenuhannya hanya ya atau tidak. untuk ICM ada 5 macam yaitu:

(1). S/M telah memiliki izin operasional (ada dalam Dapodik)

(2). Kepala Sekolah/Madrasah telah memiliki surat tanda tamat diklat calon kep ala sekolah/madrasah

(3). S/M pernah meluluskan siswa

(4). S/M menyelenggarakan alokasi waktu PBM sesuai dengan kurikulum nasional

(5). S/M menyelenggaran mata pelajaran yang diwajibkan sesuai dengan kurikulum nasional

Sedangkan indikator compliance relatif (ICR) penilaian keterpenuhannya terdapat  rentang skornya ada 1, 2, 3 dan 4. ICR ini ada 10 butir pernyataan yaitu:

(1). Jumlah guru yang memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau Diploma 4 (D4)

(2). Jumlah guru yang memiliki sertifikat pendidik

(3). Jumlah guru yang mengajar sesuai latar belakang pendidikannya

(4). Sekolah/madrasah memiliki tenaga administrasi (SD/MI)/Kepala administrasi (SMP/MTs/SMA/MA/SMK/SLB.

(5). Sekolah/madrasah memiliki Kepala laboratorium (SMA/MA), kepala laboratorium/bengkel/workshop (SMK) atau guru ketrampilan (SLB) dengan kualifikasi akademik sesuai ketentuan

(6). Sekolah/madrasah (SMP/MTs/SMA/MA/SMK/SLB) memiliki kepala perpustakaan yang memenuhi syarat sesuai ketentuan.

(7). Jumlah siswa/rombel

(8). Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya yang mencukupi kebutuhan

(9). Memiliki ruang penunjang yang cukup

(10). Memiliki WC/jamban

Pemenuhan persyaratan administrasi (ICM dan ICR) ini menggunakan data yang bersumber dari DAPODIK, EMIS dan PMP, maka dari itu sekolah disarankan untuk memperbaharui data-data sekolahnya sesuai dengan fakta sebenarnya.

Penilaian untuk persyaratan administrasi ini dilakukan oleh asesor sebelum kegiatan visitasi untuk menilai kinerja yang disebut dengan asesmen kecukupan.

Pelaksanaan akreiditasi tahun 2020 menggunakan IASP-2020, tahap pertama asesor melakukan asesmen kecukupan dengan melihat DAPODIK/EMIS dan PMP satuan pendidikan. Jika ICM telah terpenuhi, ICR juga telah dihitung maka satuan pendidikan baru dapat divisitasi untuk dinilai kinerjanya dari mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah. Penilaian kinerja ini dapat dilakukan dengan observasi, studi dokumen, wawancara dan angket

IASP-2020 mempunyai pertanyaan yang disebut dengan butir inti dan butir kekhususan. Butir inti sebanyak 35 buah berlaku untuk semua jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan SLB sedangkan butir kekhususan ada untuk SD/MI, SMK/MAK dan SLB.

Penilaian kinerja pada akreditasi 2020 menggunakan IASP-2020 ada 4 yaitu: mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah. Mutu lulusan terdiri dari 11 butir inti dan 1 butir kekhususan untuk SLB dan 2 butir kekhususan untuk SMK.

Proses pembelajaran

Komponen Proses pembelajaran terdiri dari 3 sub komponen yaitu kualitas pembelajaran, iklim belajar dan pemanfaatan sarana prasarana penunjang proses pembelajaran. Jumlah butir inti untuk komponen ini adalah 7 buah, butir kekhususan untuk SMK 2 buah dan untuk SLB 1 buah. 

Komponen proses pembelajaran terdiri dari 3 sub komponen yaitu kualitas pembelajaran, iklim belajar dan pemanfaatan sarana prasarana penunjang proses pembelajaran.

Mutu lulusan

Komponen mutu lulusan terdiri dari 3 sub komponen yaitu pengembangan karakter siswa, kompetensi siswa dan kepuasan pemangku kepentingan.

Mutu Guru

Komponen mutu guru terdiri dari 3 sub komponen yaitu kompetensi guru, pengembangan profesi guru, inovasi dan kreatifitas guru. Komponen ini mempunyai butir inti 4 buah dan butir kekhususan SD 1 buah dan kekhususan SMK 1 buah.

Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2020 (IASP-2020) mempunyai beberapa istilah baru diantaranya:

(1) Komponen

(2) Sub Komponen

(3) Indikator

(4) Level

(5) Capaian Kinerja

(6) Defenisi

(7) Pembuktian kinerja

(8) Aspek kinerja

(9) Level kinerja

(10) Skor Kinerja.

Ada empat komponen kinerja yang akan dinilai pada pelaksaan akreditasi menggunakan IASP-2020 yaitu komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah.

manajemen sekolah

Manajemen sekolah mempunyai 11 sub kompotensi yaitu:

(1) Pencapaian visi dan misi

(2) Kompetensi Kepala Sekolah

(3) Kepemimpinan Kepala Sekolah

(4) Budaya sekolah

(5) Pelibatan masyarakat

(6) Pengelolaan kurikulum

(7) Pengelolaan sarana prasarana

(8) Pengelolaan guru dan tenaga kependidikan

(9) Pengelolaan pembiayaan

(10) Pengelolaan kesiswaan

(11) Pengelolaan mutu internal

Komponen manajemen sekolah ini mempunyai 13 butir inti, 3 butir kekhususan SLB dan 4 butir kekhususan SMK.

BAN S/M Tahun 2020 melaksanakan akreditasi sekolah menggunakan IASP-2020. Kegiatan visitasi dilaksanakan secara daring.

Sebanyak 5000 S/M untuk semua jenjang akan menjadi pilot Projek akreditasi menggunakan IASP-2020 Se-Indonesia, untuk Sumatera Barat memperoleh jatah sebanyak 120 S/M.

Pelaksanaan visitasi daring tentu merupakan tantangan tersendiri bagi sekolah/madrasah dan asesor. Pada satu sisi sekolah harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan visitasi ini, sedangkan pada sisi lain dibutuhkan kejelian asesor untuk mengumpulkan data berupa hasil observasi, telaah dokumen, wawancara dan angket.

Sekolah misalnya mempersiapkan video kondisi riil sekolah lengkap dengan sarana/prasarana beserta lingkungan yang dapat digunakan oleh asesor untuk data hasil observasi. Mempersiapkan video pembelajaran para guru, mempersiapkan dokumen pembelajaran.

Data wawancara, sekolah dapat menghadirkan unsur pimpinan, wakil kepala sekolah, para guru, unsur komite/orang tua siswa, siswa.

Semoga sekolah yang menjadi sasaran pilot projek pelaksanaan akreditasi menggunakan IASP-2020 dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Pelaksanaan visitasi daring ini direncanakan akhir oktober 2020.

Apakah sekolah Bapak/Ibu termasuk yang mendapat jatah tahun ini sebagai pilot project? Tentunya hal ini membuat jantung berdebar-debar karena banyak PR yang harus diselesaikan menyambut kedatangan asesor BAN S/M. Daftar sekolah pilot project tahun ini dapat dilihat dari file berikut.

Instrumen Akreditasi : Instrumen

Daftar sekolah                : Sekolah pilot project

REFLEKSI PELATIHAN MDGN SERI 1 SAMPAI SERI 4

Inilah cerita tentang Pelatihan berseries yang diprakarsai oleh Minang Diaspora Global Network/MDGN dari seri 1 sampai dengan seri 4. Masa pandemi terbukti mengubah semua kebiasaan dari kebiasaan lama kepada suatu kebiasaan baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Kebiasaan-kebiasaan baru itu diantaranya bagaimana setiap individu begitu memperhatikan kesehatan diri dan lingkungannya dengan selalu cuci tangan, memakai masker, membawa antiseptik dimanapun berada, menjaga jarak dengan orang lain. Kebiasaan baru di dalam dunia pendidikan diantaranya belajar mengajar menggunakan teknologi seperti google classroom whatsapp, edmodo, moodle, rumah belajar dan lain sebagainya. Kita begitu familiar dengan teleconference menggunakan zoom meeting, webex, google meet dan sebagainya. Masa pandemi memaksa semua pendidik untuk belajar dan mengajar dengan teknologi, mengupgrade kemampuan diri melalui berbagai kegiatan webinar baik seminar maupun pelatihan. 

Minang Diaspora Global Network/MDGN merupakan lembaga yang dibentuk oleh praktisi pendidikan yang tersebar di seluruh dunia dan merupakan putra putri terbaik dari ranah minang atau orang Sumatera Barat. MDGN terdiri dari Prof.dr.Fasli Jaexpertlal, Prof.Burmani Ilyas dan banyak lagi tokoh Minagkabau baik di dalam maupun di luar negeri. Beliau-beliau itulah yang menginisiasi diadakannya pelatihan bagi guru-guru Sumatera Barat dalam untuk mempersiapkan diri melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai persoalan dan kondisi yang dihadapi para pendidik.

Pada pelatihan seri 1 saya terdaftar sebagai peserta, pelatihan seri 1 diawali dengan presentasi nara sumber bagaimana membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Daring sebagai persapan pembelajaran di masa pandemi. Peserta diminta menyusun RPP daring untuk 1 kali pertemuan. Pada RPP tergambar kegiatan selama pembelajaran jarak jauh berlangsung. Setalah saya menyelesaikan tugas pada pelatihan seri 1, tiba-tiba saya mendapat telepon dari Ibu Citra Puspitasari yang merupakan salah satu panitia pelatihan MDGN yang mengajak saya untuk menjadi mentor di kelas SMK 02. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan meskipun dari segi keilmuan saya belum expert bila dibandingkan dengan mentor-mentor di kelas lainnya. Saya berpikir inilah kesempatan bagi saya untuk belajar dan mengupgrade diri saya bersama mentor-mentor hebat lainnya. Tawaran dari Ibu Citrapun saya terima dengan senang hati. Mulailah saya membimbing peserta di kelas SMK 02 bersama rekan mentor Ibu Netrawati yang merupakan guru Multimedia dari SMK Negeri 4 Padang. Tugas yang harus diselesaikan peserta pada pelatihan seri 2 adalah menyusun emodul dengan menggunakan Flipbook. Tujuan pembuatan emodul ini tidak lain agar peserta didik tidak merasa bosan saat harus membaca materi yang diberikan oleh guru. Emodul dapat kita tambahkan gambar, animasi juga musik sehingga peserta didik senang untuk membacanya dibanding modul biasa dalam bentuk word atau pdf.

Alhamdulillah sebagai mentor di kelas SMK 02 kami berdua saling mengisi dan mengarahkan peserta sehingga peserta dapat menyelesaikan tugas-tugasnya. Setelah pelatihan seri 2 berhasil, dilanjutkan dengan pelatihan seri 3 dengan materi penyusunan LKPD online menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning. Peserta diberikan waktu selama 1 minggu untuk berkonsultasi dengan mentor dan 1 minggu untuk penyelesaian tugas. 

Pada pelatihan keempat peserta diberi tugas untuk menyusun 1 konten pembelajaran menggunakan dukungan teknologi yang menunjukkan interaksi antara guru dan peserta didik. Masing-masing peserta memaparkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauhnya, ada yang menggunakan metode flipped classroom dengan whatsapp, ada yang menggunakan google classroom , ada yang menggunakan moodle, ada yang menggunakan kelas maya si cadiak pandai dan lain sebagainya. Semua peserta bersemangat untuk menyelesaikan tugas dengan memasukkan tugas ke kantong-kantong tugas yang sudah disediakan panitia.

Ada hal unik dari pelaksanaan pelatihan MDGN dari seri 1 sampai dengan seri 4 , pola pelatihannya dapat saya jelaskan sebagai berikut :
1. Peserta mendaftar melalui link yang dibagikan panitia.
2. Peserta akan tergabung pada grup telegram untuk memperoleh informasi terkait pelatihan MDGN dan informasi satu arah dari panitia.
3. Peserta akan tergabung pada grup whatsapp sesuai dengan pengelompokkan jenjang pendidikan.
4. Peserta akan dimbimbing oleh para mentor terkait penugasan dan materi yang sudah diberikan oleh nara sumber.
5. Peserta harus mengisi daftar hadir setiap diskusi dengan mentor di kelas masing-masing.
6. Peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan tugas.
7. Mentor mengusulkan peserta terbaik di kelasnya untuk dipilih panitia menjadi pemateri pada kegiatan IN bersama nara sumber pemateri utama.
8. Peserta dan mentor akan diberikan sertifikat keikutsertaannya dalam pelatihan.

Ada hal-hal menarik dari pelatihan yang dilaksanakan oleh MDGN, diantaranya melibatkan para pemangku kepentingan dari Dirjen GTK, Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, dosen, praktisi pendidikan, para profesor baik dalam/luar negeri dan para pendidik dari tingkat pendidikan PAUD,SD,SLTP,SLTA dan SMK. Semuanya bersinergi untuk memajukan pendidikan khususnya di ranah minang . Semua berkolaborasi tanpa mengeluarkan biaya untuk saling bahu membahu mempersiapkan para pendidik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Demikian cerita kilas balik pelatihan MDGN seri 1 sampai dengan seri 4, semoga MDGN terus berkiprah bagi kemajuan pendidikan Indonesia dan Sumatera Barat pada khususnya. Terima kasih telah memberi kesempatan saya untuk terus belajar dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

"Basamo mako manjadi"

Pada awal kegiatan masih ada perbedaan persepsi antara Panitia dgn mentor dan antar mentor. Utk itu nembuat himbauan pada para Mentor dan juga Panitia. Tks.

“Bpk-bpk dan Ibu-ibu para Mentor, yg Insya Allah dirahmati Allah, bersama  ini Ambo ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Tujuan dari serial pelatihan yg sudah dan akan kita lalukan ini (sebanyak 8 kali pertemuan utk tahap 1) adalah utk mendampingi dan memberikan dukungan bagi guru-guru Sumbar yg ingin meningkatkan mutu pembelajaran daring yg mereka laksanakan selama wabah Covid-19, agar proses belajar dan capaian hasil belajar siswa tidak menurun. Malahan  kalau bisa lebih baik dari pembelajaran tatap muka. 

2. Kita tahu bahwa tantangan yg mereka hadapi SANGAT BERVARIASI, sesuai dgn penguasaan isi, proses belajar dan kemampuan dalam melakukan evaluasi melalui daring. Selain itu mereka juga berhadapan dgn akses, penguasaan teknologi, ketersedian gawai yg memadai dan kemampuan pendanaan utk membiayai pemakaian jaringan yg JUGA SANGAT BERVARIASI. Ditambah lagi dgn kondisi di rumah masing-masing siswa yg SANGAT BERVARIASI dalam mendukung atau menghambat pelaksanaan pembelajaran BERMUTU melalui daring. Belum lagi variasi dalam pendekatan pembelajaran daring antar jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK. Oleh karena itu kita TIDAK BISA MENGHARAPKAN HASIL YG SAMA dari para peserta pelatihan sewaktu mereka menyelesaikan tugas yg kita berikan. Contoh yg diberikan Prof Ismet dan contoh yg lebih detil yg diberikan Bu Dhila dan dan Bu Fetri HANYA CONTOH SAJA, utk jenjang atau mata pelajaran mereka masing-masing, shg memudahkan para peserta dalam berupaya keras meningkatkan rencana dan strategi pembelajaran yg akan mereka siapkan karena berpindahnya proses pembelajaran dari TATAP MUKA menjadi DARING. 

Sepanjang setiap guru merasa bahwa mereka sudah memahami perbedaan yg mendasar antara pembelajaran tatap muka dgn daring, dgn adanya contoh-contoh UMUM dari Prof Ismet, Bu Dhila dan Fetri, serta peserta BERINTERAKSI DGN MENTOR SESUAI KEBUTUHAN, maka apapun hasilnya akan tetap kita terima. Karena kita yakin rencana itu adalah murni dari para guru, disesuaikan dgn kondisi riil mereka, DAN YG PALING PENTING, RENCANA ITU ADALAH MILIK MEREKA DAN AKAN MEREKA LAKSANAKAN DENGAN SEBAIKNYA. Jadi intinya adalah “ownership” atau kepemilikan dan “feasibility” atau keterlaksanaan dari rencana tsb. Dokumen tsb bisa SANGAT CANGGIH/LENGKAP tapi bisa juga SANGAT SEDERHANA. Asal dokumen tsb difikirkan dan dibuat dgn hati yg jernih oleh para guru maka itulah hasil tugas YG KITA TERIMA. Apa adanya dan TIDAK LEBIH DAN TIDAK KURANG. 

3. Bagaimana peran Mentor? Mentor adalah relawan-relawan yg berniat mulia mendampingi para peserta selama proses belajar ini. Mereka umumnya adalah orang yg berniat membantu orang lain dan dalam beberapa hal sudah menjadi pendamping, mentor atau malahan instruktur dalam berbagai pekatihan guru. DAN KEISTIMEWAAN MENTOR MENURUT SAYA ADALAH  KESUKAREKAAN UTK MEMBANTU DAN KESIAPAN UTK BERBAGI. Dengan memahami filosofi pelatihan kita spt yg saya uraikan di poin 1 dan 2 maka bagainana cara Mentor memberdayakan dan mendampingi proses belajar masing-masing guru KITA SERAHKAN PADA KEBIJAKSANAAN DAN PENGALAMAN MENTOR DENGAN TETAP MEMEGANG FILOSOFI PELATIHAN INI.  Kita berharap paguyuban para Mentor ini tudak berhenti hanya pada pelatihan ini saja tapi bisa berlanjut, bila para Mentor dgn suka rela ikut, pada kegiaran-kegiatan utk memajukan pendidikan di Sunbar di masa depan. Utk itu dari lubuk hati yg dalam AMBO UCAPKAN TERIMA KASIH YG SEBESAR-BESARNYA PADA SEMUA MENTOR YG TANPA PAMRIH SUDAH BERSEDIA MENGEMBAN TUGAS MULIA INI. 

4. Mengenai keikut sertaan peserta. Kita bersyukur Alhamdulillah, bahwa tawaran pelatihan dari kita ternyata disambut hangat oleh para guru Sumbar sehingga jumlah yg mendaftar jauh melebihi perkiraan kita. Ini menunjukkan bahwa peserta merasa ada sesuatu yg bermanfaat yg akan mereka peroleh dari pelatihan. Utk itu mereka bersedia berkorban waktu, membatalkan acara lain dan juga menanggung biaya konektivitas jaringan, yg tidak murah, agar terap bisa mengikuti seluruh rencana kegiatan dalam pelatihan ini. Melihat antusiasme dan pengorbanan para guru tsb kita harus MENGHARGAINYA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH. Utk itu saya minta JANGAN SAMPAI HAL-HAL TEHNIS MENGHAMBAT KEINGINAN MEREKA UTK BERGABUNG DALAM PELATIHAN. Sepanjang mereka menyatakan hadir di pelatihan pertama, walau pun kita tahu tidak mudah utk mendeteksinya, mengisi absensi, mendaftar utk masuk kelompok, berinteraksi dgn Mentor dan mengerjakan TUGAS, sesederhana apa pun hasilnya, dan mengirimkannya kepada Mentor serta akhirnya ikut pelatihan kedua sampai selesai maka KITA ANGGAP SUDAH SAH SEBAGAI PESERTA. Kalau ada yg masih tidak sinkron antara pendaftaran pada tahap awal dgn absensi kehadiran, pendaftaran di telegram dan terdaftarnya mereka di kelompok HARUS DISELESAIKAN DENGAN PENUH PERTIMBANGAN DAN KEBIJAKSANAAN. Mari kita hargai semangat guru-guru Sumbar utk tetap ingin belajar dan berbagi, ditengah berbagai dampak negatif dari wabah Covid-19 yg sedang melanda dunia. Terima kasih atas perhatian dan dukungan dari teman-teman Mentor. Semoga perjuangan dan pengorbanan waktu, fikiran dan dana dari teman-teman utk memajukan kualitas hasil belajar anak nagari di Sumbar menjadi amal jariah di hadapan Allah SAwT. Aamiin, Ya Rabb. 
Wassalam,
Fasli Jalal”

Kumpulan materi pelatihan MDGN : Materi pelatihan
Link-link penting :








 









PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH TAHUN 2020

Sekolah sebagai suatu ekosistem membutuhkan kepemimpinan Kepala Sekolah yang tangguh. Kepala Sekolah pada dasarnya adalah seorang manajer, s...